Featured Post Today
print this page
Latest Post
Showing posts with label Oogenesis. Show all posts
Showing posts with label Oogenesis. Show all posts

PERBANDINGAN SPERMATOGENESIS DAN OOGENESIS


Perbandingan Spermatogenesis dan Oogenesis dari waktu produksi, jumlah, dan ukuran gamet.

Spermatogenesis dan Oogenesis

Spermatogenesis
Oogenesis
Pembelahan Meiosis
Keempat hasil dari meiosis I dan II berkembang menjadi sperma dewasa yang berukuran sama besar.
Selama pembelahan meiosis, sitokenesis bersifat tidak sama (unequal), dengan hampir semua sitoplasma dimonopoli oleh satu sel anak, yaitu oosist sekunder. Sel besar tersebut dapat terus berkembang  menjadi ovum, produk lain meiosis, yaitu badan polar (sel lain yang berukuran kecil) akan mengalami degenerasi
Jumlah Gamet
Sel-sel asal sperma berkembang terus membelah melalui mitosis sepanjang hidup laki-laki sehingga memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dari ovum.
Saat lahir, ovarium telah mengandung semua sel yang akan berkembang menjadi telur. Jumlahnya akan terus berkurang seiiring proses hilangnya responsivitas terhadap gonadotropin dari pituari
Periode “Istirahat”
Spermatogenesis tidak memiliki periode “istirahat”. Dalam proses ini dihasilkan sperma dewasa dari sel prekursor dalam urutan yang tidak berhenti.
Oogenesis memiliki periode “istirahat” yang panjang.

Reference:
Campbell,  dkk.(2004). Biologi Edisi ke 5 Jilid III. Jakarta : Erlangga
0 comments

SIKLUS MENSTRUASI

Materi ini diposting oleh Citra S.R 
Let's check this video first!
                           
Siklus Menstruasi
(Edited by Citra)

Siklus menstruasi, endometrium akan meluruh dari uterus melalui serviks dan vagina dalam pendarahan yang disebut sebagai menstruasi. Siklus menstruasi setiap wanita bervariasi, tetapi hampir 90% wanita memiliki siklus 25-35 hari dan 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari, sedangkan beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur yaitu bisa memiliki siklus yang singkat sedangkan yang lain dapat memiliki siklus lebih dari 40 hari. Hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya masalah kesuburan.
Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi, hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai. Dua ovarium yang dimiliki wanita masing-masing menyimpan sekitar 200.000 hingga 400.000 telur yang belum matang. Lamanya menstruasi sendiri sekitar 3-6 hari. Haid Dipengaruhi berbagai hormon yang disebut kelompok Gonadotropin yang sering disingkat dengan GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) hormon GnRH ini disekresikan oleh hipothalamus ke Hipofise sehingga memocu kelenjar hipofise anterior menjadi aktif dan mampu nantinya mengeluarkan hormon FSH dan LH .
Menstruasi terjadi karena adanya penurunan kadar progesteron di darah, setelah terjadinya ovulasi namun sel telur itu tidak dibuahi. Keseluruhan siklus menstruasi dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu:

Siklus Menstruasi
Sumber: http://php.med.unsw.edu.au/embryology/ 


1.      Fase Menstruasi (1-5 hari)
Progesteron dan estrogen yang menurun menyebabkan pembuluh darah pada endometrium menegang, sehingga menyebabkan suplai oksigen menurun. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium mengalami degenerasi yang ditandai dengan luruhnya sel-sel pada dinding uterus, pecahnya pembuluh darah dalam endometrium, menyebabkan darah dan sel-sel tersebut keluar melalui vagina. Menstruasi berlangsung antara 5-7 hari.

2.      Fase Folikuler (6-10 hari)
Akibat pecahnya pembuluh darah mengakibatkan terjadinya proses penyembuhan. Fase ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang dihasilkan oleh folikel. Hormon ini merangsang pertumbuhan endometrium yaitu dengan mempertebal lapisan endometrium dan membentuk pembuluh darah serta kelenjar.

3.      Fase Fertil (11-18  hari)
Hormon estrogen yang meningkat memcacu dihasilkannya LH sehingga mengakibatkan folikel memproduksi progesteron. Hormon-hormon ini berperan mematangkan folikel dan merangsang terjadinya ovulasi yaitu lepasnya ovum dari ovarium. Ovum ini bergerak sepanjang tuba fallopii. Pada saat seperti ini, wanita tersebut dalam masa fertil atau subur sehingga ovum siap dibuahi.

4.      Fase Luteal (19-28 hari)
Pada saat ovulasi, folikel Graaf pecah berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. Adanya LH menyebabkan korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum (badan kuning) untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempersiapkan endometrium untuk menerima embrio. Pada saat ini endometrium menjadi tebal dan lembut, serta dilengkapi banyak pembuluh darah. Jika tidak ada kehamilan, korpus luteum berdegenerasi menjadi korpus albikans sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan hilang.


Book Reference:

Campbell,  dkk.(2004). Biologi Edisi ke 5 Jilid III. Jakarta : Erlangga

Pratiwi, D.A. (1996). Biologi 2. Jakarta. Erlangga

Pujiyanto, S. (2008). Biologi untuk SMA Kelas XI. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 



Reference: 









1 comments

OOGENESIS PADA MANUSIA (2)

Materi ini diposting oleh Citra S.R
 
Bagaimana Proses Oogenesis berlangsung? Mari kita lihat video di bawah ini...

                                      
 Proses Oogenesis
(Edited by Citra)


Tahapan-Tahapan Proses Oogenesis
Tahapan Pembelahan Oogenesis

Oogenesis dimulai segera setelah proses fertilisasi, sebagai sel-sel kecambah primodial bermigrasi dari kantuk telur (yolk sac) ke gonad, dimana sel-sel tersebut mulai berkembangbiak secara mitosis. Sel-sel kecambah menjadi berlipat ganda dari hanya beberapa ribu menjadi hingga 7 juta banyaknya. Sel-sel kecambah tersebut berubah menjadi oosit segera setelah mereka memasuki tahap dari meiosis beberapa bulan setelah dilahirkan.
Histologi Ovari

Pada minggu-minggu pertama masa embrional sel kecambah primitif pembentuk gamet jantan dan betina disebut gonocyt berkembang di kantung kuning telur (yolk sac). Sel-sel kecambah ini bermigrasi dari kantung kuning telur ke lereng-lereng benih. Oogonia kemudian berkembang biak secara mitosis setelah proses diferensiasi kelamin dan memasuki profasedari pembelahan meiosis yang pertama dimana sel-sel tersebut dinamakan oosit. Oosit kemudian ditahan dari profase I hingga pubertas.
Pada saat pubertas, antara 4 hingga 10 folikel mulai berkembang walaupun hanya 1-2 yang benar dilepaskan. Di sekitar setiap oosit terdapat zona pellucida, membran granulosa, dan lapisan sel theca. Selain itu pertumbuhan oosit ditandai dengan pembesaran sitoplasma karena penumpukan granula deutoplasma, dan proliferasi folikuler epitel. Sel-sel folikuler ini dapat berfungsi sebagai pemberi nutrisi bagi oosit. Setiap oosit menyelesaikan pembelahan meiosis pertama, membentuk oosit sekunder dan badan polar. Hal tersebut menimbulkan mulainya siklus meiosis dan ditahan pada metafase II, yang pada tahap ini, oosit tersebut dilepaskan dari ovari pada proses ovulasi. Oosit tidak akan menyelesaikan siklus meiosis sampai bertemu dengan sperma.
Untuk lebih jelasnya, pertumbuhan oosit terbagi menjadi dua fase, yaitu:
Histologi Ovari
a.       Fase pertama
        Oosit tumbuh cepat dan berhubungan erat dengan pertumbuhan folikel ovari. Ukuran dewasanya tercapai kira-kira pada waktu pertumbuhan antrum dimulai dalam folikel.
b.      Fase kedua
Oosit tidak bertambah besar, sedangkan folikel ovari yang berespon terhadap hormon-hormon hypofisa bertambah besar diameternya. Selama fase terakhir pertumbuhan folikel, oosit mengalami pematangan. Nukleus yang telah memasuki profase pembelahan meiotik selama pertumbuhan oosit bersiap-siap menjalani pembelahan reduksi. Nukleoli dan selaput inti menghilang dan kromosom memadatkan diri menjadi suatu bentuk yang kompak. Sentrosom membagi diri menjadi dua sentriol dan di sekitarnya terbentuk aster. Kedua aster tersebut bergerak saling menjauhi dan membentuk spindel di antaranya. 
Kromosom dalam pasangan diploid dibebaskan dalam sitoplasma dan tersusun dalam dataran katulistiwa spindle (metafase I). Oosit primer kini mengalami pembelahan meiotik. Pada pembelahan pertama ini dua sel anak terbentuk yaitu: oosit sekunder yang mengambil hampir seluruh sitoplasma, dan badan polar yang ukurannya jauh lebih kecil. Pada pembelahan sel kedua, oosit sekunder membagi diri menjadi ootid dan badan kutub kedua. Kedua badan kutub, mengandung sangat sedikit sitoplasma dan terjebak dalam zona pelusida dan kemudian mengalami regenerasi. Badan kutub tersebut dapat membagi diri lagi sehingga dalam zona pelusida dapat berisi satu, dua, atau tiga zona pelusida. 
Oosit biasanya berada pada tingkat diploten dari profase I selama diestrus, segera sebelum ovulasi, oosit mungkin mengalami pembelahan meiotik pertama. Pembelahan meiotik kedua mulai terjadi tetapi tidak terselesaikan apabila tidak terjadi pembuahan. Jadi badan kutub kedua terjadi pada waktu pembuahan. Oosit terus berkembang sampai pembuahan dan menjadi zigot. Pada proses oogenesis satu oosit primer berkembang menjadi satu ovum (Toelihere, 1993).
Pembentukan ovum seringkali melibatkan penambahan volume sel di samping perolehan struktur organellar yang menyesuaikan telur untuk penerimaan inti sel sperma, dan menyokong dari embrio awal. Pada bagian histologi, struktur dari oosit sering muncul secara acak tetapi sebagai pemahaman dari kandungan kimia dan penambahan organisasi struktural, sebuah perintah mulai timbul.
Struktur Ovum


    Minggu Kehamilan
Tahapan 
      Jumlah sel-sel kecambah (germ cells)
3/4
      sel-sel kecambah primordial pada entoderm dari kantung kuning telur (yolk sac)

5-6
      sel-sel premeiosis: oogonia
10000
8
      perkembangbiakan karena mitosis
600000
8-20
      mitosis, meiosis, atresia, maksimum pada minggu ke-20
6-7000000
20-40
     pengurangan oosit (80% dari sel-sel kecambah hilang)
1-2000000
   lahir-pubertas
       oosit ke depannya hilang karena atresia
300000
Sumber: Αnastasios A. Argyriou Ph.D

Model Folikel yang Tidak Berkembang pada Ovarium Manusia

Satu keistimewaan penting dari diferensiasi oosit adalah pengurangan pelengkap kromosom dari bagian diploid sel-sel somatik menjadi bagian haploid dari gamet. Fusi dengan genom haploid sperma akan memperbaiki jumlah kromosom diploid normal hingga zigot. Pembelahan meiosis yang mengurangi kandungan kromosom oosit terjadi setelah diferensiasi struktur oosit lengkap, seringkali setelah fertilisasi. Tidak seperti pembentukan sperma, pada yang dua pembelahan meiosis menghasilkan empat sel anak yang ekuivalen, sitoplasma oosit terbagi secara tidak sama, sehingga tiga badan polar memproduksi sitoplasma dan satu oosit merupakan hasil akhir. Secara umum, setiap oosit yang fertil memproduksi sebuah embrio, tetapi ada pengecualian. Kembar identik, contohnya, lahir dari telur fertil yang sama. 
Sitoplasma telur juga terdiri dari simpanan besar RNA dalam bentuk RNAm dan RNAt. Semua RNA tersebut tersebut mengatur sintesis protein pada embrio awal dan boleh memiliki pengaruh tegas pada rangkaian perkembangan.

Book Reference:
Fried, H. George dkk.(2005). Schaum’s Outlines BIOLOGI edisi kedua. Jakarta: ERLANGGA
Campbell,  dkk.(2004). Biologi Edisi ke 5 Jilid III. Jakarta : Erlangga
Pratiwi, D.A. (1996). Biologi 2. Jakarta. Erlangga
Syahrum, H. M. (1994). Reproduksi dan Embriologi. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Pujiyanto, S. (2008). Biologi untuk SMA Kelas XI. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 

Reference: 
0 comments

OOGENESIS PADA MANUSIA (1)


Materi ini diposting oleh Citra S.R
Struktur Eksternal Alat reproduksi Wanita
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin betina. Pada manusia terjadi pada wanita, tepatnya di ovarium. Terbentukknya ovum merupakkan hasil akhir dari oogenesis. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat video organ reproduksi wanita di bawah ini...

                         
Sistem Reproduksi Wanita
(Edited by Citra)

Perkembangan Sel-Sel Kecambah pada Ovari

Oogenesis pada Wanita

Mengikuti immigrasi sel-sel kecambah primordial sampai puncak gonad, sel-sel tersebut berkembangbiak, diselubungi oleh sel-sel epithelial coelomic, dan membentuk tali germinal yang lebih dulu menjaga koneksinya dengan epitelium coelom. Pada primordium genital, proses-proses yang ikut berperan yaitu: 
1.      Gelombang proliferasi dimulai sekitar akhir minggu ke-15 hingga ke bulan ke-7: sel-sel kecambah primer bangun pada zona cortical melalui mitosis kloning oogonia, terikat bersama dalam jembatan selular, yang terjadi dalam rangkaian yang cepat. Jembatan-jembatan sel dibutuhkan untuk sebuah sinkronisasi serbuan meiosis yang berikutnya.
2.      Dengan serbuan meiosis (paling awal permulaan pada profase pda minggu ke-12) penandaan sel-sel kecambah berubah. Sel-sel tersebut kini dinamakan oosit primer. Oosit primer menjadi ditangkap pada tahap diploten profase I. Segera sebelum kelahiran, semua oosit fetal pada ovari telah mencapai tahap ini.  Fase istirahat meiosis yang selanjutnya mulai disebut dictyotene dan akan berhenti hingga pubertas, selama setiap bulannya (dan setiap bulan sesudah itu hingga menopause) sepasang oosit primer menyelesaikan meiosis pertama. Hanya beberapa oosit (oosit sekunder ditambah satu badan polar), meskipun mencapai meiosis kedua dan ovulasi berikutnya. Oosit sisa yang matang setiap bulannya menjadi atresi. Oosit primer yang tersisa pada ovati dapat tinggal dalam tahap dictyotene hingga menopause, pada kasus ekstrim dapat terjadi tanpa pernah adanya proses pematangan selama siklus mentruasi.
3.      Ketika oogina berubah manjadi oosit primer, mereka disusun ulang sehingga pada akhir profase I setiap oogonia diselubungi oleh sebuah lapis tunggal dari sel-sel epitelial follicular (follicel primordial). 

Oogenesis pada Wanita

Dari kelahiran, ada dua perbedaan struktur yang dapat dibedakan, pada akhirnya secara konseptual, tidak berkembang secara sinkron:
  1. Di sisi lain, sel kecambah betina yang pada kelahiran dinamakan oosit primer, dan yang dapat berkembang lebih jauh hanya hingga (dan setelah) pubertas (siklus hormonal dibutuhkan).
  2. Di sisi lain, epitelium follikular yang dapat berkembang lebih jauh dari folikel primordial melalui beberapa tahapan folikel ketika oosit tersisa pada daerah primer mereka.
Rangkaian perkembangan dari sel-sel kecambah betina diikuti:
sel kecambah primordial
oogonium
oosit primer
oosit primer pada dictyotene

Kelanjutan perkembangan/pematangan dari oosit mulai lagi hanya beberapa hari sebelum ovulasi. Rangkaian perkembangan dari folikel melalui beragam tahapan folikel:


Perkembangan Folikel Ovari Manusia
Sumber: http://php.med.unsw.edu.au/embryology/

folikel primordial
folikel primer
folikel sekunder
folikel tersier (folikel de graaf)
Sejak sebuah folikel dapat mati saat kapanpun pada perkembangan ini (=atresia), tidak semua mencapai tahap folikel tersier.


Tipe-Tipe Folikel
Sumber: http://www.univsul.org/

Hormon Reproduksi Betina 
Regulasi Hormon-Hormon pada Wanita

1.      GnRH (Gonadotropin-releasing hormon) 
Merupakan suatu neurohormon peptida yang disekresikan hipotalamus dengan organ targetnya hipofisis anterior untuk mensekresikan FSH dan LH. GnRH terdiri dari 10 asam amino meskipun prekursornya terdiri dari 92 asam amino. Inaktivasi dilakukan dengan proteolysis. Pengaturan sekresi FSH dan LH dilakukan berdasar frekuensi sekresi GnRH sebagai umpan balik dari esterogen. Bila frekuensi sekresinya rendah maka akan mempengaruhi sekresi FSH dan bila frekuensinya tinggi maka akan memacu sekresi LH. 

2.      FSH (Follicle-stimulating hormon) 
FSH memacu pertumbuhan folikel menjadi folikel Graff. Sel folikel Graff dewasa melepaskan inhibin yang menghambat sekresi FSH. FSH merupakan hormon glukoprotein yang tiap monomernya terikat dengan gugus gula. Komponen gula mayoritas antara lain fukosa, galaktosa, manosa, galaktosamin, glukosamin dan asam sialic. Komponen protein terdiri dari 2 rantai yakni rantai α yang terdiri dari 52 asam amino dan berperan sebagai protein struktural dan rantai β yang terdiri dari 118 asam amino yang merupakan sisi aktif dan berikatan dengan reseptor FSH.

3.      Estrogen 
Estrogen memacu perkembangan ciri kelamin sekunder, perkembangan endometrium, meningkatkan kadar HDL, menurunkan kadar LDL, dan lain sebagainya. Esterogen merupakan hormon steroid yang disintesis dari kolesterol. Sumber kolesterol utama didapat dari LDL dan asetyl Co-A. Sintesis estrogen dilakukan di folikel, korpus luteum dan plasenta. Pemacu sekresi dan produksi oleh FSH dan LH. Karena merupakan hormon steroid, estrogen mampu masuk ke dalam sel dan berikatan dengan reseptornya yang berada dalam sitoplasama, berbeda dengan hormon kelas lain. Struktur estrogen terdiri dari empat rantai cincin (A-D) dimana perbedaan gugus fungsional menentukan jenis esterogen. Estrogen paling umum antara lain :
a.       Estriol (C18H24O3); ditandai dengan adanya 2 gugus hidroksil di cincin D. Diproduksi hanya selama kehamilan di plasenta.
b.   Estradiol (C18H24O2); merupakan jenis yang paling aktif dan paling umum ditemui saat pubertas hingga menopaus (17β-estradiol). Ciri khusus struktur ditunjukan oleh adanya 1 gugus hidroksil di cincin D. Estradiol disintesis dari testosteron dengan enzim aromatase. Estradiol juga diproduksi dari estron sulfat (derivat estron) yang direaksikan dengan enzim reduktase 17β-hidroksisteroid. Estron; disintesis dari androstenedion (derivat progesteron) yang dibantu enzim aromatase. Ciri khusus struktur adalah adanya 1 gugus keton pada cincin D.

4.      LH (Luteinizing hormon) 
Memacu ovulasi, memacu perubahan folikel menjadi korpus luteum dan menyiapkan endometrium untuk implantasi. Sekresi diatur oleh GnRH. Seperti FSH, merupakan glikoprotein yang terdiri dari dua rantai dimana rantai α terdiri dari 92 asam amino sama seperti FSH dan rantai β yang terdiri dari 121 asam amino yang berfungsi sebagai sisi aktif yang berikatan dengan reseptor LH. 

5.      Progesteron 
Merupakan hormon steroid. Progesteron disintesis dari pregnenolon (derivat dari kolesterol). Progesteron merupakan prekursor esterogen dan androgen. Disintesis di korpus luteum, plasenta dan kelenjar adrenal. Efeknya adalah untuk:
a.       Mempersiapkan uterus untuk fertilisasi.
b.      Menurunkan respon imunitas maternal yang kemungkinan mengganggu kesehatan janin.
c.       Menurunkan kontraksi otot uterus selama kehamilan
d.      Menghambat laktasi selama kehamilan.

6.      Oksitosin 
Merupakan neurohormon peptida 9 asam amino (Cys-Tyr-Ileu-Glu-Asp-Cys-Pro-Leu-Gly) yang dihubungkan secara siklik oleh jembatan disulfida. Oksitosin bertugas mempersiapkan kelahiran dan laktasi selain itu memacu sekresi susu. 

7.      Prolaktin 
Bertugas untuk menstimulasi glandula mammae dan produksi susu. Strukturnya berupa rantai tunggal polipeptida yang terdiri dari 199 asam amino. Molekul dipadatkan dan dimampatkan oleh tiga ikatan sulfida. 

8.      Relaksin  
Dihasilkan di corpus luteum, ovarium, plasenta dan korion. Selain itu berfungsi juga untuk meluaskan tulang pubis dan melunakkan cervik juga merelaksasi otot uterus untuk persiapan kehamilan. Struktur berupa heterodimer dua rantai asam amino (masing masing sejumlah 24 dan 29 asam amino) yang dihubungkan oleh jembatan disulfide.

Book Reference:
Fried, H. George dkk.(2005). Schaum’s Outlines BIOLOGI edisi kedua. Jakarta: ERLANGGA
Campbell,  dkk.(2004). Biologi Edisi ke 5 Jilid III. Jakarta : Erlangga
Pratiwi, D.A. (1996). Biologi 2. Jakarta. Erlangga
Syahrum, H. M. (1994). Reproduksi dan Embriologi. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Pujiyanto, S. (2008). Biologi untuk SMA Kelas XI. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 

Reference: 
0 comments
 
Copyright © 2008-2013. Have Fun Learning Biology
Proudly powered by Blogger